Jumat, 18 Februari 2011

Aplikasi Mapping Dalam Pengelolaan Biodiversitas Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Secara Terpadu di Wilayah Laut

I. PENDAHULUAN
  Ruang lautan adalah sebagai satu kesatuan wilayah merupakan wadah dimana manusia dan makhluk lainnya hidup dan melakukan kegiatannya agar dapat mempertahankan dan memelihara biodiversitas sumberdaya perikanan secara berkelanjutan dan lestari. Teknologi mapping telah memberikan kemajuan pesat yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan metode pengelolaan biodiversitas sumberdaya perikanan.        Biodiversitas adalah derajad keanekaragaman alamiah dari berbagai kehidupan beserta proses-prosesnya yang meliputi semua jenis tumbuhan, hewan dan jasad renik beserta lingkungannya.        Krisis biodiversitas ini sudah terjadi di wilayah laut dan  pesisir, bila hal ini dibiarkan terus menerus akan dapat memusnahkan lebih dari sepertiga dari seluruh spesies yang ada di wilayah laut dan pesisir.
  Potensi biodiversitas jenis dan ekosistem di lingkungan laut relatif lebih beragam daripada di lingkungan terrestrial. Pengelolaan biodiversiatas sumberdaya perikanan yang berkaitan dengan ruang atau tempat akan lebih informatif dalam bentuk penyajian peta-peta. Melalui pendekatan tersebut akan lebih cepat dan mudah untuk melihat adanya saling keterkaitan spasial antar berbagai entitas yang ada, baik yang bersifat komplementer, persaingan ataupun konflik pemanfaatan ruang.
 
  Saat ini populasi manusia senantiasa bertambah besar, kosumsi
makanan dari laut selalu meningkat yang disebabkan oleh hilangnya
habitat ikan , penangkapan secara liar dan illegal serta terjadi pencemaran
di lingkungan pesisir. Hal tersebut disebabkan karena banyaknya kegiatan
yang terkonsentrasi di wilayah pesisir seperti  budidaya ikan, udang dan 
kekerangan, penangkapan, pengolahan, pemukiman, industri, pariwisata, 
pelabuhan, pertambangan dan lain-lain. Berbagai kegiatan tersebut 
cenderung menimbulkan konflik intersektoral.
  Salah satu pendekatan dalam pengelolaan biodiversitas sumberdaya 
perikanan adalah dengan aplikasi mapping. Pemahaman terhadap 
aplikasi mapping tersebut sangat diperlukan dalam pengelolaan terpadu 
sumberdaya perikanan beserta lingkungannya.       


II. PENGELOLAAN BIODIVERSITAS SUMBERDAYA PERIKANAN
  Pengelolaan sumberdaya perikanan yang berkelanjutan dan lestari memerlukan suatu kajian yang lebih efektif dan efisien terhadap berbagai ekosistem dan tindakan preservasi atas biodiversitas. Oleh karena itiu pengeloiaan  secara terpadu terhadap sumberdaya perikanan di wilayah laut, pesisir dan pulau-pulau kecil harus mempertimbangkan seluruh kegiatan yang ada secara intergral. Salah satu pendekatan pengelolaan biodiversitas sumberdaya ini adalah melalui :
1.   Pengelolaan sumberdaya yang tepat dalam mengimplikasikan suatu pemahaman yang lebih baik tentang berbagai ekosistem dan preservasi biodiversitas.
2.   Pemanfaatan sumberdaya ikan spesies tertentu menuju ke pendekatan yang lebih menyeluruh dari berbagai ekosistem







III. APLIKASI MAPPING TERHADAP PENGELOLAAN BIODIVERSITAS
  Pembuatan peta (mapping) biodiversitas sumberdaya perikanan merupakan tahap awal yang penting dalam mengelola biodiversitas sumberdaya perikanan di wilayah pesisir. Hal ini dapat terlihat dengan adanya saling keterkaitan antara dua entitas atau lebih yang bersifat komplementer, persaingan atau konflik terhadap ruang.
  Aplikasi mapping dapat menganalisis berbagai model-model analisis populasi yang 
secara geografis saling berkesinambungan, sehingga dapat menghasilkan umpan balik 
dari pendekatan spasial (spatial feedback). Aplikasi ini dapat diterapkan dalam manajemen eksploitasi dan inventarisasi sumberdaya perikanan.      Penentuan sistem pengumpulan 
statistik dan informasi, persiapan berbagai rencana pengelolaan sumberdaya perikanan,
penentuan kegiatan budidaya laut dan air payau, pembuatan rencana pembangunan 
kawasan pesisir dan dampak lingkungan serta dapat mendukung berbagai negosiasi 
dan perjanjian-perjanjian dengan stakeholders berdasarkan pendekatan kesesuaian 
lahan yang berkaitan dengan kebutuhan ruang di bidang sektor perikanan dan sektor lain.

III.  BEBERAPA METODE APLIKASI MAPPING TERHADAP PENGELOLAAN BIODIVERSITAS SUMBERDAYA PERIKANAN
  Dengan menggunakan model-model kartografi, geologi dan sistem informasi geografis (GIS), maka pembuatan peta tematik berdasarkan data spasial dapat dilakukan melalui interpolasi.       
  Aplikasi mapping dalam pengelolaan biodiversiatas sumberdaya perikanan dapat diterapkan dalam kegiatan eksploitasi dan iventarisasi berbagai jenis analisis spasial di bidang perikanan. Menurut Caddy dan Garcia (1980), bahwa mapping sangat bermanfaat bagi penggunaan secara kritis berbagai model analisis populasi, sehingga bias yang dihasilkan dapat diperkecil. Beberapa metode aplikasi mapping adalah sebagai berikut :
1.     Aplikasi dari citra indera jauh (remote sensing) dapat digunakan untuk mengetahui data spasial dalam pembuatan peta biodiversitas. Peta biodiversitas ini antara lain :
·         Peta yang berkaitan dengan lingkungan biotik dan abiotik
·         Mendukung interpretasi migrasi spesies  dan daerah penangkapan ikan, pergerakan armada perikanan
·         Pembuatan peta-peta secara vertikal dan produktivirtas primer (Chlorophil a) dan sebaran ekosistem laut (terumbu karang, padang lamun dan mangrove).

2.     Untuk mendapatkan data tabuler biodiversitas sumberdaya perikanan adalah dengan cara :
·         Metode kriging dan countouring telah digunakan untuk mengestimasi densitas dan kelimpahan sumberdaya ikan pelagis kecil dan pelagis besar
·         Metode line transek untuk mengetahui keanekaragaman jenis terumbu karang dan kelimpahan ikan karang
·         Metode transek kuadran untuk mengetahui kepadatan padang lamun dan rumput laut


IV.      BEBERAPA KOMPONEN BIODIVERSITAS SUMBERDAYA KELAUTAN DAN  PERIKANAN TERHADAP APLIKASI MAPPING

No
DATA
METODE
SPASIAL
TABULER
1
Primer

Oseanografi

·     Suhu
·     Citra Satelit NOAA
·     Termometer
-
-

·     Salinitas
·     Refraktometer
-

·     Transparansi/Kecerahan
·     Citra Satelit
·     Sechi disk
-
-

·     Nutrien
1)        NO3,

2)        NO2,

3)        PO4,

4)        SiO3,

5)        SO4

·     Wadah Polietilen/ Spektofotometer
·     Wadah Polietilen/ Spektofotometer
·     Wadah Polietilen/ Spektofotometer
·     Wadah Polietilen/ Spektofotometer
·     Wadah Polietilen/ Spektofotometer

-

-

-

-
-





·     Oksigen(O2) Permukaan
·     Wadah gelasWinkler
-

·     BOD Permukaan
·     Wadah gelasWinkler
-

·     COD Permukaan
·     Wadah gelasWinkler
-

·     Luas dan kelimpahan Chlorophyl a
·     Citra Satelit
·     Plankton net
-
-

·     Kedalaman
·     Citra Satelit
·     Depthmeter
-
-

·     Arus
·     Currentmeter
-

Geologi

·     Luas sedimentasi
·     Citra Satelit

-

·     Luasan Erosi
·     Citra Satelit (time series minimal 5 tahun)
-

Ekosistem

·     Luas Mangrove
·     Foto Udara dan Citra Satelit
·     Transek Line Plot (TLP)
-
-

·     Luas Terumbu karang
·     Foto Udara dan Citra Satelit
·     Manta Tow
·     RRA (Rapid Reef Resources Assessment)
·     LIT (Line Intercept Transect)
-
-

-
-


·     Luas Seagrass (Padang Lamun)
·     Foto Udara dan Citra Satelit
·     Transek Garis (LIT) atau Transek Kuadrat
·     RRA (Rapid Reef Resources Assessment)
·     Wawancara dengan nelayan dan penduduk setempat
-

-

-
-



·     Luas tambak
·     Foto udara dan citra satelit
-

·     Kepadatan dan kelimpahan ikan pelagis dan demersal
·     Akustik
·     Wawancara dengan nelayan dan penduduk setempat
-
-

·     Kepadatan dan kelimpahan Ikan Karang/Demersal
·     Sensus Visual Ikan Karang (Transek Garis/LIT)
-

·     Spawnning ground
·     Citra Satelit
·     Wawancara dengan nelayan dan penduduk setempat
-
-


·     Fishing ground
·     Citra Satelit NOAA
·     Akustik
-
-
2
Sekunder

·     RTRWN, RTRWP, RTRWK, MASTERPLAN
·     Instansi terkait


Geologi

·     Morfologi
·     Citra Satelit
·     Klasifikasi morfologi mengacu pada ITC - Belanda
-
-

·     Litologi
·     Citra Satelit
·     Klasifikasi morfologi mengacu pada ITC - Belanda
-
-

·     Tataguna Lahan
·     Citra Satelit
·     Survei
·     Data Sekunder

Produksi Perikanan

·     jumlah dan jenis ikan yang didaratkan
·     CPUE
·     Wawancara nelayan dan penduduk setempat
·     Data Statistik Perikanan
-

-


·     Pendapatan Nelayan
·     Wawancara nelayan dan penduduk setempat
·     Data PDRB
-

-


·     Jumlah dan jenis alat tangkap
·     Wawancara nelayan dan penduduk setempat
·     Data sekunder
-

-


·     Lokasi Penangkapan
·     Wawancara nelayan dan penduduk setempat
·     Data sekunder
-

-


·     Musim Penangkapan
·     Wawancara nelayan dan penduduk setempat
·     Data sekunder
-

-


·     Harga jual hasil perikanan
·     Wawancara nelayan dan penduduk setempat
·     Data sekunder
-

-


Penulis: Pandu Prahoro. Direktorat Tata Ruang Laut Pesisir dan Pulau Pulau Kecil. Ditjen KP3K..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar