Selasa, 26 April 2011

Perempuan Suku Baduy

Asi (28 th) warga kp Ciboleger, desa Kanekes, Lebak Banten adalah salah satu warga Baduy Luar. Dia bersuami dan beranak dua. Pekerjaan suami dan dua anaknya hanya pergi ke kebon ladang) untuk mencari pisang, kelapa dan lainnya. Bagi suku Baduy belum akrab dengan budidaya tanaman kecuali sedikit berhuma. Mereka masih banyak mengandalkan kepada anugerah alam saja. Begitu juga dengan ke dua anaknya. Mereka tidak disekolahkan karena ‘dilarang’.
Bu Asi selain mengurusi keluarga juga dia adalah penenun di Ciboleger ini. Kebetulan rumahnya adalah tempat lalu-lalang para turis, sehingga cara membuat dan hasil tenunanya dapat dengan mudah disaksikan oleh para turis yang lewat. Dia membuat kain dan selendang khas Baduy yang sebenarnya yang berwarna terang dan indah dengan tidak bermotif. Satu helai kain tenun dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan dan nantinya dijual dengan harga Rp 250.000 samapai Rp 300.000,-. Sedangkan untuk sehelai selendang dapat diselesaikan kurang dari 2 minggu. Harga jual selendang ini Rp 70.000 sampe Rp 100.000,-
Perlu ada terobosan untuk dapat melahirkan kain tenun khas Baduy yang bermotifkan budaya asli mereka. Misalnya dengan motif pohon kelapa dll. Ini akalebih menarik...
Menenun Bagi Perempuan Suku Baduy
adalah Tradisi Turun-Temurun


Bu Asi, Salah Satu Perempuan Penenun
Suku Baduy Luar


Bu Asi dapat menyelesaikan satu lembar kain tenun
dalam satu bulan


anak anak suku baduy tidak bersekolah



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar