Sabtu, 17 Desember 2011

Mengunjungi Las Vegas di Nevada, Amerika

Dengan mobil sewaan van Toyota sienna sebesar $ 1200 termasuk sopirnya yang orang Korea, untuk perjalanan Los Angeles-Las Vegas pp, pada pukul 19.00, kami berempat berangkat dari Hotel Wilshire di daerah orang Korea di Alexandria menuju kota Las Vegas. Dari Alexandria sampai 50 km-an selepas kota Los Angeles, jalan tol yang 6 lajur yang kami lalui dalam keadaan macet. Saya jadi ingat kalau sore hari pulang menuju Bogor dari Jakarta, macet-nya sama, namun bedanya di Los Angeles ini walaupun jalanan dalam keadaan macet dan mobil yang berlalu lalang jumlahnya sama dengan di Jakarta menuju Bogor atau Bekasi, tetap saja tertib. Tidak ada yang saling serobot atau menjalankan mobilnya berpindah-pindah lajur. Sehingga lalu lintas walaupun padat, namun tetap mengalir. Kiranya para pengemudi Indonesia bisa belajar tertib seperti di Los Angeles, California ini.
Karena mobil yang kami tumpangi nyaman dan memiliki kompartemen yang luas, maka mata ini tidak ditahan untuk berpejam. Apalagi seharian ini, kami berdiskusi dan meninjau lapangan ke pelabuhan Los Angeles bersama Profesor James Fawcit dari Universitas Souterm California.  Sadar-sadar kami sudah di pintu masuk negara bagian Nevada dimana Las Avegas berada. Kami lihat jam tangan, jam menunjukkan pukul 23.45 dan perjalanan kami sudah sepanjang 485 km. Waw ternyata jauh juga Las Vegas ini. Sekitar 500km-an dari Los Angeles dan waktu yang diperlukan untuk sampai Las Vegas sekitar 5,5 jam.
Memasuki kota Las Vegas banyak sekali billboard iklan yang menawarkan tempat judi. Tak salah, Las Vegas yang dibangun di wilayah tandus dan bergurun sebagaimana dikenal dari Nevada-nya, kini telah menjadi kota industri perjudian yang banyak sekali mendatangkan devisa bagi Amerika Serikat. Memasuki kota Las vegas, saya begitu takjub karena kota dan bangunannya bertaburan cahaya warna warni dengan berbagai konfigurasi. Kota yang bertabur cahaya semeriah Las Vegas ini mungkin hanya disaingi oleh Hongkong, cahaya di kota lainnya tidak segemerlap dua kota ini. Kota ini sangat sibuk dan tidak pernah tidur, mobil-mobil mewah seperti sedan limousin berlalu-lalang tidak pernah berhenti. Namun, walaupun ramai, akan sulit mendapatkan orang yang berlalu lalang di jalanan. Itu terjadi bukan karena udara dingin yang saat ini sedang berlangsung yaitu sekitar 7 derajat, namun karena orang-orang lebih banyak beraktivitas di dalam hotel atau di dalam kasino.
Las Vegas memang gudangnya kasino, entah jumlahnya ada berapa ribu. Kasino disini ada yang sederhana saja semisal di ‘ruko’ sampai yang berada di kasino megah dengan hotelnya berbintang lima seperti Caesar Palace, Trump, Vinetian, Luxor dan banyak lagi. Kami walaupun hanya beberapa jam di Las Vegas, kami tetap pesan kamar jauh hari sebelum kedatangan. Kami menginap di Hotel Luxor dan ternyata walaupun waktu menunjukkan jam 01.30 dini hari, terlihat banyak tamu yang masih antri check in. Ngantrinya seperti ngantri check in di konter penerbangan domestik, mungkin ada 30-an orang. Kami pilih hotel Luxor karena harga dan fasilitasnya. Harga kamar yang kami pesan hanya $40 saja dan dari harga itu dapat diskon lagi sebesar 6$.
Saya kebagian kamar nomor 403 untuk sendirian saja. Dan alangkah kagetnya saya, ukuran ranjangnya –king- dengan tempat mandi yang dilengkapi 'yakuzi', dimana di bathtubnya ada tombol dan sambil mandi berendam, kami tekan itu tombol lalu air dalam bathtub menyemprot dan berputar seolah memijat-mijat badan ini. Wah dengan harga kamar hanya 34$ dan ini di Las Vegas, tentu termasuk sangat murah sekali. Setelah kucari tahu, kenapa kamar di Las Vegas murah? Tidak lain karena kamar hanya merupakan ‘service’ kepada tamu yang berjudi di tempat itu. Malah banyak hotel dan kasino lain yang menawarkan makan minum gratis asalkan anda berjudi di tempat itu. Pendapatan hotel lebih mengandalkan dari perjudian dibanding dari menjual kamar.
Di lobi hotel Luxor dimana kami menginap, disitu seratusan unit berbagai mesin dan alat judi tersedia. Mesin judi semacam jack pot, black jak, atau dindongnya berharga mulai 1 sen sekali main sampai yang puluhan dolar. Namun rata-rata berkisar 1 sen sampai 1 dolar. Disitu terlihat banyak para keturunan Tionghoa sedang foker, main kartu, main dindong dan lainnya, mungkin jumlahnya melebihi pengunjung bule. Bagi mereka, berjudi itu sudah merupakan tradisi. Di hotel-hotel lainnya-pun, pola dan tempat judinya mirip-mirip seperti itu. Tapi untuk para penjudi kelas atas, disediakan tempat khusus, baik di junior suite maupun yang presiden suite. Tempatnya memiliki privasi tinggi dengan harga sekali main tidak perlu ditanyakan lagi. Di Hotel Luxor tempat kami menginap, tempat seperti itu juga tersedia. Selain aktivitas utama Las Vegas adalah perjudian, di kota ini berkembang pula industri dan jasa lainnya. Entah itu pariwisata, fashion, kuliner dan lainnya. Semuanya sinergi untuk beramai-ramai menarik devisa.
Saya bukan penjudi dan saya pribadi tidak tertarik sama sekali untuk berjudi, karena menurut saya berjudi itu tidak rasional. Yang ingin saya sampaikan adalah bagaimana negara mengolah kemampuannya untuk menarik begitu banyak devisa, dimana devisa itu nantinya diperlukan untuk menggerakkan ekonomi dan akhirnya untuk kesejahteraan masyarakatnya. Las Vegas atau umumnya negara bagian Nevada, tidak memiliki sumberdaya alam yang dapat diandalkan, yang ada hanya hamparan gurun semata. Namun pemerintahannya dengan cerdas dapat mengolah wilayahnya, menjadi tempat menarik untuk pertumbuhan perekonomian. Hal yang sama dilakukan juga oleh dua negara tetangga kita, yaitu Malaysia dan Singapura. Malaysia dengan Genting Hiland-nya dan Singapura dengan kasino barunya, yang tentu telah juga banyak menyedot uang dari para penjudi termasuk yang berasal dari negara kita. Kenapa negara kita tidak melakukan hal yang sama, tentunya harus dipilih di tempat yang terpencil dan dengan batasan-batasan yang super ketat? 
Kota Las Vegas
Las Vegas di waktu malam
Kemewahan interior kasino 'Venetian'
Suasana yang diciptakan tetap 'siang hari' di Venetian
Limo yang akan mengantarkan tamu
Penjudi foker di Luxor
Permainan kartu di Luxor
Permainan mulai seharga 1 sent untuk sekali main

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar