Selasa, 27 Maret 2012

Nyaman dan Menyenangkan Jalan-Jalan di Kota Shenzhen, China

Begitu masuk Kota Shenzhen, benak kita yang sudah tertanam lama tentang kota dan kehidupan masyarakat China, sirna sudah semuanya. Image yang sudah terpatri adalah China yang identik dengan, sepeda, pakaian seragam warna hijau, dan topi bambu, tapi itu pemmandangan jaman dulu/ jadul, kini sudah sangat susah mendapatkan gambaran demikian. Kini kota kota besar di China seperti Shenzhen sudah penuh diisi oleh gedung-gedung pencakar langit dengan kehidupan serba modern yang dapat disejajarkan dengan kota-kota dunia lainnya seperti; Tokyo, London, New York, Merlbourbone, dan lainnya.
Kota Shenzhen merupakan salah satu kota di Propinsi Guandong yang memiliki luasan sewkitar 2020 km2 atau sebagai gambaran sekuran 5 kali Pulau Batam atau sepertiganya Pulau Bali. Sebelum tahun 1979, Shenzhen hanyalah kampung nelayan dengan penduduk 30 rb jiwa saja. Namun berkat keinginan kuat dan konsisten dari pemimpin China pada waktu itu Deng Xiaoping yang lebih mementingkan kemajuan ekonomi dibanding porsi politik ideologi-nya, maka pada tanggal 1 Mei 1980 dicanangkan Kota Shenzhen sebagai Zona Ekonomi Khusus. Pemerintah membangun dan menyediakan infrastruktur yang sangat memadai guna menarik investasi dari luar negeri.
Kota Shenzhen sebagai wilayah perbatasan antara China dengan Hong Kong dibangun dalam rangka menyaingi kemajuan ekonomi Hong Kong yang pada waktu itu masih bagian protektorat Inggris Raya dan telah terlebih dahulu maju. Shenzhen haruslah memiliki daya sain yang lebih baik dibanding Hong Kong dan hal itu dilaksanakan baik oleh pemerintahan lokal Kota Shenzhen maupun oleh pemerintah pusat di Beijing. Pemerintah selain menyediakan infrastruktur yang sangat mumpuni karena terencana secara integral dengan baik, juga memberikan kemudahan dalam bidang moneter, kepabeanan, dan perpajakan. Pemerintah China menerapkan ‘no limit currency’, pengurangan pajak, dan bahkan mengeluarkan kebijakan yang membolehkan investor untuk membawa 100% keuntungannya ke negara asalnya. Kebijakan itu tentu sangat menarik bagi para investor, khususnya para pengusaha dari Hong Kong. Pada tahun 1990-an, Salim Group dari Indonesia tercatat sebagai salah satu investor dalam industri pertelevisian. Saat ini kurang lebih ada sekitar 8000-an pabrik di Kota Shenzhen dengan basis industri IT, perhiasan, teh beserta derivatnya, dan lainnya.
Infrastruktur dalam bidang energi dan transportasi di Shenzhen sudah sangat maju. Shenzhen yang telah mencanangkan sebagai ‘Green City’, benar-benar dengan komitmen penuh seluruh ‘stekaholders’ ikut menjalankannya. Energi yang dikembangkan secara besar-besaran adalah energi ramah lingkungan, sehingga sumber energi yang berasal dari matahari (LTS, Listrik Tenaga Surya), angin, mikro hidro dan lainnya banyak dikembangkan. Ada satu ruas jalan dengan panjang 4 km-an yaitu Jalan Shen Nan di pusat Kota Shenzhen yang dipenuhi oleh gedung gedung bertingkat, dimana hampir seluruh kebutuhan energinya disuplay oleh tenaga matahari. Taksi dan bus-bus umum juga banyak yang menggunakan energi listrik. Taksi yang menggunakan daya listrik ini dengan ciri warna biru dan bertuliskan ‘e-taxi’. Listrik untuk memutar mesin kendaran tersebut apabila di charger selama satu jam, itu dapat digunakan untuk berjalan sejauh 300 km. Kendaran umum di kota Shenzhen hanya berumur 3 tahun sedangkan kendaraan pribadi dapat berusia maximal 8 tahun. Motor atau kendaraan roda 2, oleh pemerintah dengan tegas telah melarangnya untuk wara-wiri di jalan raya sejak 1996. Pelarangan itu dengan alasan kuat karena berkaitan dengan polusi yang dihasilkannya, mengakibatkan banyak kecelakaan, dan banyak digunakan untuk tindak kejahatan. Saat ini motor listrik yang masih boleh dijalankan, itupun di ruas jalan raya secara terbatas.
Walaupun jalan raya di Kota Shenzhen lebar-lebar atau setidaknya ada 4 lajur,  dan tidak ada yang mengalami kemacetan sama sekali, namun masyarakatnya lebih dari 80% menggunakan fasilitas transportasi umum, utamanya subway/metro, bus umum, dan taxi, untuk menunjang aktivitas hariannya. Transportasi umum terutama subway, banyak digunakan masyarakan, karena faktor; kenyamanan, keamanan, tepat waktu, efisien, dan murah. Untuk diketahui harga BBM di Shenzhen pada Maret 2012 ini adalah 10,5 RMB atau setara Rp 16 250,-. Pemerintah Kota Shenzhen dengan upaya diversifikasi energi dari energi fosil ke sumber energi alternatif lainnya, setidaknya dapat menghemat 30 juta RMB/tahun. RMB=Yuan, 1 RMB= Rp 1500).
Soal persampahan-pun dan sanitasi lainnya, benar-benar di manage secara sempurna. Kita akan sulit menemuai selembar sampah saja di pinggir jalan. Pemerintah menindak tegas dengan denda besar bagi siapa saja yang membuang sampah sembarangan. Yang menarik perhatian saya adalah tempat-tempat publik yang biasanya banyak sampah berserakan, seperti di pasar, stasiun kereta, atau stasiun bus, sungguh resik sekali, bersih sekali, sangat nyaman. Bagi yang berbelanja di toko atau supermarket, pelayan tidak secara otomatis memberikan kantong kresek untuk membawa belanjaannya. Kalau-pun mau tetap menggunakan kantor plastik kresek, pembeli harus membelinya secara tersendiri dengan harga 50 sen RMB untuk yang kecil, dan untuk ukuran besar seharga 1 RMB. Penggunaan bahan plastik sedapat mungkin dihindari di Kota shenzhen ini.
Jalan-jalan di Kota Shenzhen sangat nyaman selain tidak ada sampah seperti yang saya ceritakan tadi, juga pedestrian-nya lebar-lebar sekali, sangat memanjakan para pejalan kaki. Ada satu hal lagi yang menjadikan kunjungan ke Shenzhen begitu nyaman, adalah tidak ditemuinya pedagang kaki lima, pengamen, peminta-minta, dan penyandang masalah sosial lainnya. Jangankan pengamen dan lainnya, melihat orang yang nongkrong-nongkrong yang tidak jelas keperluannya, itu tidak ada sama sekali. Orang-orang tidak beredar di jalanan tetapi mereka sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Masyarakat masing-masing mendapat jaminan asuransi kesehatan, pendidikan, dan perumahan. Bahkan kaum difabel dapat tunjangan 1500 RMB/bulan atau setara Rp 2.250.000,- per bulan. Usia pensiun untuk laki-laki 65 tahun dan untuk perempuan 60 tahun.
Kota Shenzhen adalah contoh perencanaan kota yang ideal. Dari penduduknya pada tahun 1979 hanya 30 rb jiwa dan sekarang tahun 2012 sudah mencapai 12 juta jiwa. Dengan income per capita 13.581 $US, pertumbuhan ekonominya yang sangat fantastis yaitu 25,8% pada tahun 2011, sementara China secara keseluruhan adalah 9,8%. Kota Shenzhen adalah salah satu dari 4 kota lainnya seperti Beijing, Guangzho, dan Shanghai. China sendiri kini adalah kampium ekonomi dunia dengan menjadi no 2 di dunia setelah Amerika Serikat dan mengalahkan Jepang serta negara-negara Eropa.
(Shenzhen, 23 Maret 2012) 

Shenzhen Kota Modern
Sebagai Kota Budaya
Bus Listrik yang Ramah Lingkungan
Pedestrian yang Nyaman
Shenzhen Sebagai Tujuan Wisata
Jalan yang Lebar tanpa Macet

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar